Merindu-Nya

Aku..
tidak ingin pergi sia-sia
ingin melepas semua dengan kedahagaan
menikmati tiap inci saraf
lalu tertawa lepas bahagia

Aku..
dengan segenap cinta karenaNya
selalu merinduNya
Kasih, aku merindu
dalam buai dekapMu

Kristal bening malaikatku,
tak sanggup menahan beban
pundaknya kini telah meringkih
tak tertahan, begitu pilu

Kasih, perkenankan kuberkata
bersajak dalam kisah
dalam lidah tak bertulang
pada jiwa yang merasa

Andai,
aku ingin memilih

Mungkin, tetesan keramat itu
sungguhkah?
Ibu, Ayah.. aku ingin menemuinya
dalam balutan doa yang terpanjat
memanjat untukNya
Kasihku, kekasih dunia akhirat

Sampai kumenutup mata
Izinkan aku terpejam
Menghapus semua kisahku
Melalui demi..
Cinta, karenaNya
Bukan paksaan

Terimakasih tuk semua warna
terlukis, menjadi satu dalam bingkai penuh potret
nampak buram namun jelas
Mengukir senja di cakrawala

Aku pergi, tuk sebentar saja
Salam sayangku menitip rindu dariku dan Dia
Kami menatap jauh bukan berangan
Dalam cermin berlapis berlian
Bukan takhta

Aku lelah menapak
Izinkan aku berbaring
Menarik sukma
Dalam keheningan

Kendari, 16 Januari 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a