Tetabuhan gendang diiringi alunan merdu suara penyinden asli Ponorogo semakin meriuhkan suasana syukuran yang diadakan Ketua RT Wangga. Para hadirin semakin asyik berjoget ala dangdut gak jelas. Beberapa anak kecil terlihat menangis meminta pulang, ada yang sibuk bermain petak umpet. Dan, iya petak umpet. Itulah kebiasaan anak-anak dimalam hari yang terkadang dilalaikan orang tua.
     "Jan, kamu yang ngitung."
     "Oke Pan,"seru anak bertubuh kecil pada si Jangkung, "satu, dua,......sepuluh. Sudah yah!"
Seketika berbalik mencari kesepuluh temannya. Mereka bermain sebanyak sebelas orang. Dari kasta usia terkecil yakni empat tahun yang hanya menjadi anak bawang sampai berusia tiga belas tahun, dan dia menjadi pemimpin diantara semua anak. Biasa disebut "

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kita yang... .

Belanja di Pasar Tradisional: Why Not?

B-e-n-d-e-r-a